TOL777 TOL777 TOL777 TOL777

Tragedi Serangan AS ke Houthi Yaman: 53 Orang Tewas, Ini Syarat Gencatan Senjata

Lumenus.id – Pada awal Maret 2025, dunia dikejutkan dengan serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Yaman. Serangan ini menewaskan setidaknya 53 orang, termasuk sejumlah anggota kelompok Houthi dan warga sipil. Tragedi ini memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama di Yaman. Serangan ini juga mempengaruhi prospek gencatan senjata yang telah diajukan oleh beberapa negara dan organisasi internasional untuk menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Latar Belakang Konflik Yaman dan Keterlibatan AS

Konflik Yaman dimulai pada 2014 ketika kelompok Houthi, yang merupakan kelompok pemberontak Syiah, mengambil alih ibu kota Sana’a dan menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional di bawah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Serangan ini memicu intervensi koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada 2015, dengan dukungan logistik dan militer dari negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Konflik ini kemudian berkembang menjadi perang yang mematikan dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang meluas.

Amerika Serikat terlibat dalam konflik ini dengan memberikan dukungan kepada koalisi Arab Saudi, meskipun pemerintah AS telah menghadapi kritik keras terkait dampak perang tersebut terhadap warga sipil di Yaman. Serangan udara yang dipimpin AS ke posisi-posisi Houthi seringkali menimbulkan korban jiwa, termasuk warga sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Tragedi Serangan yang Menewaskan 53 Orang

Serangan terbaru oleh Amerika Serikat terjadi pada 6 Maret 2025, di wilayah yang dikuasai oleh kelompok Houthi di Yaman utara. Dalam serangan udara tersebut, 53 orang dilaporkan tewas, sebagian besar merupakan anggota Houthi, meskipun beberapa laporan juga menyebutkan bahwa terdapat korban sipil di antara yang tewas. Serangan ini memicu protes keras dari kelompok Houthi dan masyarakat internasional.

Kelompok Houthi mengecam serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, yang melarang serangan yang dapat merugikan warga sipil. Mereka menuntut agar Amerika Serikat bertanggung jawab atas tragedi ini dan mengakhiri intervensinya di Yaman. Di sisi lain, pemerintah AS menyatakan bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk menanggapi ancaman dari kelompok Houthi yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Upaya Gencatan Senjata di Yaman

Setelah serangan yang menewaskan 53 orang ini, beberapa negara dan organisasi internasional mulai mendorong agar segera diadakan gencatan senjata untuk menghentikan kekerasan yang semakin meningkat. Salah satu usulan gencatan senjata datang dari PBB, yang mendesak agar semua pihak yang terlibat dalam konflik Yaman, termasuk Amerika Serikat dan kelompok Houthi, menyepakati penghentian permusuhan sementara untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan sampai ke daerah-daerah yang dilanda perang.

Namun, untuk mencapai gencatan senjata yang efektif, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh semua pihak yang terlibat. Beberapa syarat utama yang diajukan oleh PBB dan negara-negara besar dalam negosiasi gencatan senjata meliputi:

  1. Penghentian Serangan Udara dan Serangan Darat: Semua pihak harus menghentikan serangan udara dan darat yang menargetkan posisi musuh. Ini termasuk serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi yang dipimpin Saudi dan serangan roket oleh kelompok Houthi.
  2. Akses Kemanusiaan yang Tidak Terhalang: Gencatan senjata harus memungkinkan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terdampak, seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Sebagian besar wilayah Yaman saat ini berada dalam keadaan darurat kemanusiaan, dengan jutaan orang kelaparan dan menderita akibat kurangnya perawatan medis.
  3. Proses Negosiasi Politik: Gencatan senjata harus menjadi langkah awal menuju perundingan politik yang inklusif antara pemerintah Yaman, kelompok Houthi, dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam konflik. Hanya melalui dialog politik yang konstruktif, perdamaian jangka panjang dapat tercapai.
  4. Penghentian Penyediaan Senjata: Pihak-pihak internasional, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Barat, harus menghentikan aliran senjata ke pihak yang terlibat dalam konflik, agar tidak memperpanjang perang.

Kesimpulan

Serangan militer terbaru oleh Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Yaman yang menewaskan 53 orang menunjukkan betapa rumitnya situasi di negara tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kekerasan yang berkelanjutan hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada. Untuk itu, penting bagi semua pihak untuk segera mematuhi syarat-syarat gencatan senjata dan melanjutkan upaya menuju perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan di Yaman. Masyarakat internasional harus terus menekan agar perdamaian yang inklusif dapat tercapai demi masa depan yang lebih baik bagi rakyat Yaman.